Volatilitas GBP/USD Akan Tinggi Pekan Depan Ini Sebabnya

Volatilitas pasangan mata uang Pound Inggris (GBP) dan Dolar Amerika (USD) terlihat meningkat secara signifikan pada pekan ini. Hal ini disebabkan adanya beberapa publikasi data oleh Amerika yang terlihat mempengaruhi pasar secara signifikan. Pekan depan, diprediksi hal yang sama akan terjadi akibat adanya dua hal yang akan mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan.

Publikasi Data Amerika

Dua hal tersebut masing-masing berasal dari Inggris dan juga dari Amerika yang keduanya akan terjadi pada esok hari. Kedua hal ini adalah publikasi yang diprediksi memiliki dampak besar kepada pergerakan GBPUSD.

Pekan depan baik pemilik mata uang poundsterling (Inggris) dan dollar (Amerika) akan sama-sama melakukan publikasi data. Ini mungkin akan menyebabkan volatilitas juga meningkat secara signifikan. Publikasi yang dilakukan oleh Inggris dan Amerika mungkin akan membuat sentimen pasar berubah dengan cepat.

Publikasi yang akan dilakukan oleh kedua negara mencakup kondisi ekonomi kedua negara dan juga pandangan mengenai kebijakan yang akan diambil kedepannya. Nampaknya kebijakan yang akan diambil oleh kedua negara tetap terfokus pada menjaga stabilitas dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Sebagai informasi bahwa volatilitas merupakan besaran jarak naik turunnya atau fluktuasi valuta asing atau saham. Jadi volatilitas tinggi dapat diartikan sebagai gerakan naik turun secara drastis dalam suatu waktu tertentu. Dalam forek biasnya pasangan mata uang yang memiliki volatilitas tinggi yaitu pair GBP/USD.

Tapi, nampaknya sebuah data yang akan dipublikasikan oleh Amerika Serikat yang mungkin akan memberikan dampak sangat signifikan yaitu mengenai hasil rapat komite pasar bank sentral (FOMC). Rapat ini dilakukan guna membahas berbagai hal. Salah satunya yaitu mengenai kebijakan perdagangan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat. Selain itu juga akan membahas mengenai kondisi perekonomian negara adidaya tersebut.

Dolar amerika merupakan mata uang yang sangat kuat. Jadi setiap hal yang berkaitan dengan Amerika Serikat biasnya selalu memberikan dampak cukup signifikan terhadap pasar keuangan. Apalagi untuk pasangan mata uang GBP/USD karena inggris juga akan melakukan publikasi data. Hal ini harus menjadi perhatian khusus para trader.

Publikasi Data Oleh Inggris

Pekan ini pada tanggal yang sama dengan Amerika Serikat, Inggris juga kan melakukan publikasi data mengenai kondisi perekonomiannya saat ini. Dari pihak Inggris juga nampaknya ada salah satu publikasi yang diprediksi akan membuat pergerakan pounsdterling bergerak secara signifikan. Publikasi tersebut datang dari bang sentral yang akan mengeluarkan beberapa informasi penting. 

Bank sentral akan memberikan informasi mengenai suku bunga acuan dan juga kebijakan-kebijakan yang akan diambil kedepannya. Publikasi ini hampir pasti akan memberikan dampak signifikan. Hal tersebut karena mungkin saja terjadi perubahan kebijakan dari ekspansif ke kontraktif. Sebagai informasi saja bahwa kebijakan moneter ekspansif atau monetary expansive policy merupakan suatu kebijakan untuk meningkatkan uang yang beredar. Hal ini biasanya dimaksudkan untuk meningkatkan daya beli sehingga perekonomian kembali naik.

Sedangkan untuk kebijakan moneter kontraktif merupakan kebalikan dari kebijakan moneter ekspansif. Kebijakan moneter kontraktif dilakukan untuk mengurangi uang yang beredar di masyarakat. Biasanya dilakukan untuk mengatasi masalah inflasi. Kebijakan kontraktif dapat meminimalisir penyebab terjadinya inflasi, jadi kebijakan ini disebut kebijakan uang ketat.

Inggris akan melakukan publikasi pada jam 20.00 WIB. Inggris diprediksi tidak akan mengubah kebijakan moneternya yaitu ekspansif. Hain ini dilakukan untuk membuat stabilitas dan juga pertubuhan ekonomi semakin baik akibat adanya pendemi Covid-19. Target inflasi dari kedua negara antara Inggris dan Amerika sama-sama tinggi akibat Covid-19.

Semua publikasi ini akan terjadi pada Hari Kamis 18 Maret 2021, dimana publikasi Inggris akan terjadi pada 20.00 WIB dan Amerika pada 02.00 WIB. Diprediksi bahwa keseluruhan kebijakan moneter masih akan bergerak dengan pandangan ekspansif.

Hal ini disebabkan adanya kebutuhan dari perekonomian untuk terus mendorong pertumbuhan akibat pemulihan dari Covid-19. Selain itu, kemungkinan menjadi lebih besar mengingat target inflasi yang masih harus diraih kedua negara ini.

Namun, hingga diketahui secara pasti, nampaknya pasangan mata uang GBPUSD masih akan bergerak secara volatil. Volatilitas ini akan meningkat terutama mendekati waktu publikasi tersebut pada pekan depan.

Published
Categorized as FOREX