Strategi bisnis Campina Ice Cream untuk Bersaing dengan Merk lain

Bagi kamu yang besar di generasi 80 dan 90 pasti familiar dengan produk es krim Campina, salah satunya adalah es krim hula-hula.

Produk es krim dari Campina yang satu ini sudah ada sejak tahun 1976 dengan varian rasa kacang hijau, pisang cokelat, dan tape ketan hitam. Menggambarkan cita rasa yang kental dengan Indonesia.

Popularitas es krim hula-hula ini ternyata sampai sekarang masih cukup dikenal. Walaupun bisa dikatakan produk jadul, namun masih banyak diminati. Hal ini ternyata tidak terlepas dari peran Campina dalam memasarkan es krim hula-hula hingga masih banyak dikenal sampai sekarang.

Presiden Direktur CAMP Samudera Prawirawidjaja menyatakan, tahun depan beberapa pihak masih mengkhawatirkan terjadinya krisis, hingga ada kenaikan harga bahan baku. Dia menambahkan, secara general, industri pun diprediksi masih mengalami kesulitan.

CAMP juga sempat mengalami penurunan pangsa pasar karena adanya kompetitor baru. Kompetitor ini masuk ke segmen pasar CAMP dengan harga yang sangat rendah. Namun, Campina Ice Cream memilih untuk tidak masuk dan mengikuti perang harga.

Dia percaya bahwa kualitas dan rasa es krim yang diproduksi CAMP tetap memiliki pasar dan tempat tersendiri dan akan terus tumbuh.

“Kompetitor ini bisa masuk juga karena konsumsi es krim secara impulsif di masa pandemi sangat tinggi. Mereka hadir dengan harga sangat rendah. Tapi kami yakin, konsumen juga akan kembali pada produk kami sebab kami memiliki kualitas dan rasa yang jauh lebih baik. Kami terus fokus mempertahankan kualitas,” tegas dia.

Apa sebenarnya cara pemasaran yang dilakukan Campina dalam mempromosikan produk mereka hingga bisa dikenal sampai saat ini?

Yuk, simak penjelasan berikut ini agar kamu dapat mengetahui dan menerapkannya pada bisnis yang sedang dibangun.

Menggunakan Teknik Lifestyle Marketing

Tidak bisa dipungkiri oleh para pebisnis jika ingin tetap sukses harus bisa adaptif dengan perkembangan yang ada seperti saat ini. Salah satu pendekatan sebagai bentuk promosi produk oleh PT Campina Ice Cream Industry Tbk dengan kode saham CAMP ini adalah menggunakan lifestyle marketing.

Produk es krim hula-hula yang dipasarkan menargetkan gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini yaitu para generasi milenial dan generasi Z.

Menurut Mustofa Sa’adji selaku Brand Manager Campina, produk bagus saja kurang cukup untuk bisa dinikmati. Hal ini berarti promosi yang dilakukan harus tetap relevan dengan perkembangan zaman saat ini. Di mana, teknik pemasaran yang biasa digunakan di tahun 70, 80, dan 90 jelas berbeda dengan yang digunakan saat ini.

Pemilihan Iklan yang Lebih Soft Selling

Pada dasarnya, strategi pemasaran yang dilakukan agar bisa sukses tidak harus menekankan produk secara hard selling. Hal ini yang dilakukan oleh Campina melalui iklan secara soft selling dibanding sebelumnya.

Pemilihan model iklan yang disajikan justru tidak tampak seperti iklan es krim. Campina mencoba mengulik tempat-tempat wisata yang jarang diketahui ada di Tanah Air.

Sisi soft selling yang dihadirkan hanya ada pada tampilan logo dan es krim Campina di bagian akhir tayangan iklan. Hal ini tentunya cukup menarik dan berbeda dari yang lain sehingga pesan yang disampaikan dapat kena di pikiran penonton.

Hal ini juga dilakukan tidak sembarang dalam membuat iklan hingga brand Campina dapat bertahan lebih dari empat dekade.

Published
Categorized as SAHAM