Presiden El Salvador Beli 100 Bitcoin saat Black Friday

Penyebaran varian baru dari virus Covid-19 menimbulkan ketakutan di kalangan investor yang menyebabkan turunnya harga banyak mata uang Kripto. Menanggapi kondisi tersebut El Salvador malah kembali membeli 100 bitcoin (BTC) lagi ke perbendaharaannya meskipun ada peringatan baru-baru ini oleh Dana Moneter Internasional (IMF) untuk tidak menggunakan BTC sebagai alat pembayarannya.

Bukele pertama kali mengumumkan El Salvador akan melakukan pembelian BTC besar-besaran pada malam sebelum Undang-Undang Bitcoin negara itu mulai berlaku pada 7 September, membeli 200 BTC ketika harganya kira-kira 52.000 dolar.

Dia telah membuat cuitan setiap kali pemerintah membeli koin selama penurunan harga, dengan negara tersebut memegang 1.120 BTC sebelum pembelian terbaru. Dengan penambahan 100 koin pada 26 November, El Salvador memegang BTC senilai sekitar 66,3 juta dolar pada saat publikasi.

Sejak pertama kali mengumumkan undang-undang yang bertujuan untuk membuat tender legal Bitcoin di El Salvador pada bulan Juni, Bukele telah mengusulkan beberapa inisiatif di negara tersebut seputar adopsi dan penambangan.

Pemerintah telah memulai pembangunan infrastruktur untuk mendukung dompet Bitcoin yang dikeluarkan negara, Chivo, dan baru-baru ini meluncurkan rencana untuk meluncurkan Kota Bitcoin sendiri di dasar gunung berapi, yang awalnya didanai oleh 1 miliar dolar dalam bentuk obligasi Bitcoin.

Sejak pertama kali mengumumkan undang-undang yang bertujuan untuk membuat tender legal Bitcoin di El Salvador pada bulan Juni, Bukele telah mengusulkan beberapa inisiatif di negara tersebut seputar adopsi dan penambangan. Pemerintah telah memulai pembangunan infrastruktur untuk mendukung dompet Bitcoin yang dikeluarkan negara, Chivo, dan baru-baru ini meluncurkan rencana untuk meluncurkan Kota Bitcoin sendiri di dasar gunung berapi, yang awalnya didanai oleh $1 miliar dalam bentuk obligasi Bitcoin.

Banyak orang Salvador telah menolak inisiatif crypto ini, khususnya memprotes Bukele dan Bitcoin. Pada bulan September, penduduk yang berbaris melalui ibu kota menghancurkan salah satu kios Chivo dan merusak sisa-sisanya dengan logo dan tanda anti-BTC. Blok Perlawanan dan Pemberontakan Populer negara itu serta kelompok yang terdiri dari pensiunan, veteran, pensiunan cacat dan pekerja lainnya juga telah melakukan demonstrasi menentang UU Bitcoin.