Neobank kolaborasi Koiworks dan Bank Sampoerna untuk UMKM

KoinWorks berkolaborasi dengan Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) resmi meluncurkan KoinWorks NEO, layanan neobank khusus untuk UKM yang pertama di Indonesia. Produk inovasi ini bertujuan untuk membantu para pelaku UKM dalam memperoleh layanan perbankan secara digital.

Pertumbuhan UKM di Indonesia terbilang cukup tinggi. Namun, dari 60 juta UKM di tahun 2021, hanya ada 2 dari setiap 100 UKM yang mendapat pinjaman untuk modal usaha. Sebagian besar dari UKM tidak bisa mendapatkan akses keuangan yang baik.

Mayoritas UKM juga tidak dapat membuka rekening bank atas nama usaha, dan akhirnya membuka rekening atas nama pribadi yang digunakan untuk semua keperluan pribadi dan usaha. Karenanya, UKM kesulitan untuk mengatur keuangan usaha. Adanya tantangan kebutuhan inilah yang menjadi latar belakang kolaborasi KoinWorks dengan Bank Sampoerna.

“Setelah melalui proses perancangan yang cukup panjang dan serangkaian uji coba, dengan penuh optimis kami memperkenalkan KoinWorks NEO. Inovasi layanan neobank untuk UKM ini merupakan buah kerja sama dengan Bank Sampoerna untuk memenuhi kebutuhan para UKM dalam satu aplikasi di KoinWorks,” ujar Benedicto Haryono, CEO dan co-founder KoinWorks.

Bank Sampoerna dan KoinWorks memiliki misi memberikan akses inklusi keuangan, pemberdayaan UKM dan pemerataan ekonomi di Indonesia. Bank Sampoerna memandang kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mendukung UKM di era perbankan digital.

“Kolaborasi dan transformasi digital mutlak diperlukan untuk layanan ke UKM yang efektif dan efisien. Kami bangga dapat bekerja sama dengan KoinWorks memanfaatkan open banking solution untuk memberikan layanan neobank bagi UKM di era digital ini. Inovasi ini merupakan one stop banking solution bagi UKM,” ungkap Henky Suryaputra, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna.

Neobank adalah istilah yang sering diidentikkan sebagai bank digital di Indonesia. Tampaknya hal ini wajar mengingat pertumbuhan layanan keuangan dan bank digital tengah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan definisi yang dipaparkan FinTech Magazine, neobank menawarkan fleksibilitas ke berbagai layanan, termasuk payroll dan expense management. Selain itu, neobank juga menawarkan solusi keuangan korporasi untuk menjawab tantangan yang dihadapi UMKM. Nubank merupakan contoh neobank asal Brasil yang berhasil di dunia, dan bahkan terbesar di Amerika Latin dengan 38 juta pengguna.

Kehadiran API membantu mengintegrasikan alur bisnis dengan persyaratan perbankan. Kendati begitu, neobank tidak punya lisensi perbankan karena mereka beroperasi dengan mengandalkan bank mitra. Dengan demikian, mereka tidak dapat menawarkan layanan perbankan tradisional.

Sementara itu, bank digital di kategori direct bank umumnya memperbesar peluang layanan perbankan, seperti tabungan dan channeling pinjaman digital. Model semacam ini telah banyak diadopsi oleh perbankan di Indonesia. Rata-rata pelaku bank digital di Indonesia saat ini menggunakan model akuisisi bank mini, mentransformasikannya dengan identitas baru, dan berkolaborasi sinergis dengan platform digital untuk membantu akselerasi layanannya, misalnya Bank Jago dengan Gojek dan Bank Neo Commerce dan Akulaku.