Mencengangkan Saham Bank Bumi Arta (BNBA) Naik 800 persen dalam periode 2021

Minat perusahaan teknologi masuk ke industri perbankan Tanah Air semakin meningkat. Terbaru datang dari PT Takjub Finansial Teknologi (Ajaib Group) yang mencaplok saham PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA).

Sebelumnya sudah ada Gojek yang masuk ke Bank Jago dan Sea Group, induk usaha Shopee, masuk mencaplok Bank Kesejahteraan Ekonomi yang kini sudah berganti nama menjadi Bank Seabank Indonesia. Sea Group juga dikabarkan saat ini masih mengincar bank lain untuk diakuisisi.

Selain itu, ada dari fintech lending yang sudah masuk ke bank yakni Akulaku ke PT Bank Neo Commerce Tbk dan Kredivo ke PT Bank Bisnis Indonesia Tbk.

Berdasarkan keterbukaan informasi BNBA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/11), Ajab telah mengakuisisi 554,4 juta saham perseroan atau sekitar 24%. Transaksi pembelian di lakukan pada 17 November 2021 dengan harga Rp 1.345 per saham. Sehingga dana yang digelontorkan perusahaan teknologi ini mencapai Rp 746 miliar.

Ajaib masuk ke Bank Bumi Arta dengan mengakuisisi saham yang dimiliki PT Surya Husada Investment, PT Dana Graha Agung dan PT Budiman Kencana Lestari. Ajaib membeli saham dari Surya Husada Invesment sebanyak 277,2 juta sehingga kepemilikannya berkurang dari semula 1,05 miliar 45,45% menjadi 33,5%.

Sementara Dana Graha Agung menjual saham sebanyak 166,32 juta dari sebelumnya 630 juta atau 27,27% sehingga kepemilikannya tinggal tersisa 20,1%. Adapun kepemilikan Budiman Kencana Lestari menjual sahamnya 110,8 juta dari 420 juta atau 18,18% sehingga kepemilikannya pasca transaksi menjadi 13,4%.

Ajaib merupakan perusahaan penyedia layanan reksa dana online dan investor dapat berinvestasi saham, obligasi, dan pasar uang melalui reksa dana.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mulai mengamati adanya tren jenuh beli BNBA dari sisi teknikal. Untuk itu, dalam posisi sekarang William menilai investor perlu waspada dan menyematkan rating hold terhadap BNBA. “Secara teknikal BNBA memang sedang uptrend. Namun, volume mengecil dan mulai ada indikasi jenuh beli. Support BNBA pada Rp3.300 dan resistance Rp3.700 per saham,” kata William kepada Bisnis, Jumat (3/12/2021). Kendati demikian, William mengamini bahwa investor terindikasi agresif mentransaksikan saham BNBA karena patokan harga pelaksanaan rights issue yang tergolong atraktif. “Secara harga rights issue BNBA menarik. Tetapi perlu dicermati juga, bahwa biasanya saham [emiten] yang rights issue akan mengalami penurunan harga dulu,” imbuh William.

KOMITMEN AJAIB TFT merupakan perusahaan yang mengelola layanan Ajaib Reksa Dana. Ajaib Reksa Dana merupakan salah satu sayap Grup Ajaib, yang juga membadani PT Ajaib Sekuritas Asia alias Ajaib Sekuritas. Grup Ajaib sendiri tampil sebagai salah satu pemegang saham strategis BNBA per 17 November. Kedatangan mereka terjadi setelah pembelian 554,4 juta atau sekitar 24 persen saham perseroan. Uniknya, harga pembelian saham yang dilakukan Ajaib kala itu sama dengan harga calon saham rights issue BNBA yakni Rp1.345 per saham. Saham-saham tersebut dibeli Ajaib dari para investor eksisting BNBA seperti SHI, DGA dan BKL. Dana yang dikucurkan perusahaan rintisan Anderson Sumarli ini menyentuh kisaran Rp746 miliar. Kehadiran Ajaib yang telah bersatus unicorn, serta rencana BNBA menjelma jadi perbankan digital agaknya bakal membuat peta persaingan semakin panas. Pasalnya, dalam 1-2 tahun ke belakang banyak pula perusahaan besar dan konglomerat lain yang juga ramai-ramai nyemplung ke dalam palagan bank digital. Gojek dan Alibaba adalah yang bisa dibilang cukup dini memulai. Bersama Grup Northstar dan kongsinya dengan eks bos BTPN Jerry Ng, nama pertama menjadi investor strategis Bank Artos yang kemudian menjelma jadi PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Sedangkan nama kedua, lewat PT Akulaku Silvrr Indonesia, mencaplok sebagian saham Bank Yudha Bakti yang kemudian bertransformasi menjadi PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB).

Published
Categorized as SAHAM