Ingin Investasi Crypto Ayo Kenali Jenisnya

Cryptocurrency atau mata uang kripto sudah ada sejak tahun 1998 dan digagas oleh Wei Dai. Namun pada tahun tersebut sistem kripto belum bisa diimplementasikan karena pengguna bisa menduplikasi mata uang karena tidak ada yang mencatat transaksi. Melansir dari tayangan YouTube Kominfo, pada tahun 2008 pengembang yang bernama samaran Satoshi Nakamoto dapat menyelesaikan permasalahan ini. Di tahun berikutnya, Bitcoin yang merupakan mata uang kripto dengan teknologi blockchain pertama kali diluncurkan. Bitcoin saat ini menjadi salah satu mata uang paling digemari oleh masyarakat yang tertarik dengan cryptocurrency.

Jenis Cryptocurrency

Ada lebih dari 6.800 cryptocurrency di pasaran saat ini. Tetapi yang terbaik untuk berinvestasi adalah yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar. Sama seperti saat melihat saham, kita bisa menggunakan kapitalisasi pasar (market cap) untuk mempertimbangkan nilai total dari koin crypto yang dikeluarkan.

Semakin besar kapitalisasi pasar, semakin besar kemungkinannya untuk likuid. Ada juga peluang yang lebih baik untuk bertahan dalam waktu. Namun tidak seperti saham, penerbit cryptocurrency tidak mempublikasikan laporan keuangan. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan metrik terbatas yang ada.

Tidak ada jaminan bahwa cryptocurrency apa pun tidak akan hilang, tidak peduli seberapa besar atau populernya itu. Aset ini tidak memiliki perantara keuangan atau pemerintah yang diatur. Saat kamu mencoba mencari tahu cryptocurrency terbaik untuk diinvestasikan, kamu harus memeriksa untuk melihat apakah tersedia di bursa .

Pada 27 Oktober 2021, cryptocurrency teratas berdasarkan kapitalisasi pasar adalah Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, Tether, dan Cardano.

Bitcoin

Bitcoin (BTC) memulai revolusi crypto ketika diciptakan pada tahun 2009. Pencipta aslinya tetap menjadi misteri, tetapi diklaim bahwa nama pendirinya adalah Satoshi Nakamoto. Pada 27 Oktober 2021, kapitalisasi pasar Bitcoin adalah 44% dari pasar, sekitar $1,1 triliun.

Bitcoin memanfaatkan teknologi blockchain, yang memungkinkan transaksi peer-to-peer menggunakan buku besar digital dan terdesentralisasi. Itu berarti tidak perlu pihak ketiga untuk memverifikasi informasi atau bertindak sebagai clearinghouse.

Bitcoin memungkinkan orang-orang di seluruh dunia untuk saling mengirim uang hampir seketika. Tidak perlu khawatir tentang nilai tukar atau biaya transfer bank.

Ethereum

Ethereum (ETH) diluncurkan pada tahun 2015, pertama kali dikonseptualisasikan pada tahun 2013 oleh Vitalik Buterin. Ethereum menggunakan teknologi blockchain, tetapi dapat diprogram. Ethereum dirancang untuk akses terbuka dan menyediakan berbagai aplikasi.

Cara kerja Ethereum memungkinkan untuk melakukan lebih dari sekadar menangani uang. Ini adalah salah satu pendorong di balik teknologi “smart contract”. Ini berarti bahwa berbagai perjanjian dapat dilaksanakan secara aman secara langsung antara para pihak. Misalnya, kamu bisa menyelesaikan pembelian real estat menggunakan Ethereum tanpa memerlukan akun escrow .

Bagi orang-orang yang percaya pada teknologi blockchain lebih dari sekedar transaksi keuangan, Ethereum mungkin merupakan investasi jangka panjang yang baik. Ini juga bisa berlaku bagi mereka yang ingin membeli sesuatu yang lebih dari sekadar mata uang.

Binance Coin

Binance Coin diperdagankan dengan simbol BNB. Ia diluncurkan melalui initial coin offering pada tahun 2017 oleh tim yang hanya 11 hari kemudian meluncurkan Binance crypto exchange. BNB pertama kali diluncurkan di jaringan Ethereum tetapi bermigrasi ke Binance Chain-nya sendiri pada April 2019.

Salah satu manfaat besar BNB adalah diskon 25% jika kamu menggunakan cryptocurrency untuk membayar biaya perdagangan di Binance.com dan Binance DEX exchange. Namun, diskon berkurang dari waktu ke waktu. Pada 27 Oktober 2021, BNB memiliki kapitalisasi pasar lebih dari $75 miliar dan diperdagangkan lebih dari $450.

Published
Categorized as CRYPTO