Harga Minyak Naik Tipis Jelang Pertemuan OPEC

Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan Jumat (1/10) waktu Amerika Serikat (AS) atau Sabtu (2/10) waktu Indonesia. Penguatan harga minyak ditopang oleh ekspektasi OPEC bakal mempertahankan stabilisasi pasokan dengan meningkatkan pasokan secara bertahap.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Desember kehilangan 14 sen atau 0,2%, menjadi menetap di USD83,91 per barel. Semula WTI telah turun lebih dari USD1 per barel, namun kemudian menghapus sebagian kerugiannya.

Sepanjang pekan lalu, kontrak acuan minyak mentah AS melonjak 2,6 persen. Sedangkan minyak mentah Brent menguat 2,7 persen untuk kontak bulan depan.

Sepanjang tahun ini Brent telah meroket lebih dari 50 persen dan sempat mencapai level tertinggi US$80,75 per barel pada Selasa (28/9) lalu.

Negara produsen minyak (OPEC) dan sekutunya atau dikenal OPEC+ dijadwalkan bertemu pada hari ini, dan seorang sumber menyebut OPEC+ bakal mulai meningkatkan produksi dan perlahan mengurangi pemangkasan produksi yang disepakati tahun lalu.

Sebuah survei Reuters menemukan OPEC memompa 27,74 juta barel per hari pada November, naik 220.000 barel per hari dari bulan sebelumnya, tetapi itu di bawah peningkatan 254.000 barel per hari yang diizinkan untuk anggota OPEC di bawah perjanjian OPEC+.

Dalam tanda bearish pada permintaan, data dari kelompok industri American Petroleum Institute menunjukkan stok minyak mentah AS turun 747.000 barel dalam pekan yang berakhir 26 November, menurut sumber pasar, yang merupakan penurunan lebih kecil dari yang diharapkan.

Sepuluh analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan stok minyak mentah turun sekitar 1,2 juta barel.

Pada saat yang sama, persediaan bensin naik 2,2 juta barel dibandingkan dengan perkiraan analis untuk tidak ada perubahan. Sementara stok sulingan naik 789.000 barel, yang merupakan peningkatan yang lebih besar dari yang diperkirakan para analis.

Published
Categorized as SAHAM