Grab Siap Listing Hari Ini di Bursa Saham AS

Grab didirikan oleh Anthony Tan, yang kini menjabaw sebagai CEO-nya, dan Tan Hooi Ling, yang mengembangkan perusahaan berawal dari ide dalam kompetisi ventura Harvard Business School pada tahun 2011.

Sampai saat ini, Tan (39) telah memperluas layanan Grab setelah diluncurkan perdana sebagai aplikasi taksi di Malaysia pada 2012, yang kemudian kantor pusatnya dipindahkan ke Singapura.

Jika ditarik mundur, rencana initial public offering/IPO Grab sudah terendus sejak awal Januari 2021 lalu. Kabar teranyar, Grab bersiap melantai di bursa saham AS, Nasdaq, hari ini dengan kode saham GRAB.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis(2/12/2021) Grab, melantai di bursa AS setelah investor menyepakati merger startup ride haling tersebut dengan perusahaan cek kosong special purpose acquisition company (SPAC) yakni Altimeter Growth Corp. Kesepakatan ini menjadi yang terbesar di antara perusahaan akuisisi tujuan khusus SPAC.

Strategi ini dipercaya akan segera terealisasi usai merger dengan Altimeter yang merupakan special purpose acquisition company (SPAC) senilai USD40 miliar.

Nantinya, saham GRAB akan diperdagangkan dengan kode emiten ‘GRAB’. Langkah ini akan menjadi lompatan dalam pengembangan bagi perusahaan asal Singapura yang kini berusia sembilan tahun tersebut.

Grab yang awalnya merupakan aplikasi ride-hailing, kini sudah merambah di 400 kota di delapan negara dengan menawarkan pelayanan pengiriman makanan, pembayaran, asuransi, hingga produk investasi.

Adapun, persetujuan yang disepakati dalam pertemuan pemegang saham pada Selasa ini (30/1/2021) memberikan jalan bagi Grab untuk menjadi perusahaan yang diperdagangkan secara publik.

Menurut Nasdaq, merger Grab-Altimeter tersebut mendatangkan pendapatan kotor sebesar US$4,5 miliar (sekitar Rp64,5 triliun) untuk Grab. Selain itu, merger Grab-Altimeter juga mencetak nilai private investment in public equity (PIPE) sebesar US$4 miliar atau setara Rp57,3 triliun. Investasi itu berasal dari investor seperti Tamasek, BlackRock, Counterpoint Global (Morgan Stanley Investment Management), Fidelity International, Janus Henderson Investors, dan masih banyak lainnya.

Industri teknologi di Asia Tenggara saat ini menjadi rumah bagi sekitar 10 populasi dunia dan beberapa negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat seperti Indonesia, sudah terlambat untuk diakui.

Wilayah ini tidak memiliki satu pun perusahaan teknologi besar yang terdaftar di pasar modal AS sampai Sea masuk ke Wall Street alias go public di NYSE pada tahun 2017.

IPO Sea tersebut juga terlepas dari pertumbuhan populasi pengguna ponsel cerdas dengan kecepatan yang tidak tertandingi di sebagian besar dunia, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan kebijakan pemerintah yang mendorong investasi di teknologi.

Potensi itu menarik investor seperti Amazon.com Inc. dan perusahaan besar China termasuk Tencent Holdings Ltd. dan Alibaba Group Holding Ltd., yang melihat konsumen Asia Tenggara yang semakin makmur sebagai kunci ambisi global mereka.

“Karena beberapa dari perusahaan ini mulai mendaftar [IPO], ini bisa sangat transformatif bagi pasar modal, yang telah didominasi oleh sektor tradisional seperti keuangan, real estat, dan komoditas,” kata Joshua Crabb, Manajer Senior Robeco di Hong Kong, perusahaan investasi dengan dana kelolaan US$ 186 miliar.

“Ini berdampak besar pada sifat pasar di China selama dekade terakhir dan mungkin baru dimulai di ASEAN.

Saingan Grab tingkat regional seperti Sea, kemudian dari Indonesia ada Grup GoTo juga dikabarkan terus meningkat. Ini memberi sinyal volume perdagangan ekonomi digital di kawasan tersebut akan berlipat ganda menjadi USD360 miliar pada tahun 2025. Grab didirikan oleh Anthony Tan, sekaligus ebagai chief executive-nya, dan Tan Hooi Ling, yang mengembangkan perusahaan yang berawal dari ide dalam kompetisi ventura Harvard Business School pada tahun 2011. Sebagai CEO, Tan (39) telah memperluas layanan Grab setelah diluncurkan pada awalnya sebagai aplikasi taksi di Malaysia pada 2012, yang kemudian kantor pusatnya dipindahkan ke Singapura.

Published
Categorized as SAHAM