AS Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron Saham Wall Street Anjlok

Seorang warga AS di California yang telah divaksinasi menjadi orang pertama di AS yang terinfeksi Covid-19 varian Omicron. Demikian diumumkan Gedung Putih pada Rabu ketika para ilmuwan masih mempelajari risiko yang disebabkan oleh virus corona varian baru ini.

Pakar penyakit menular AS, Dr Anthony Fauci menyampaikan kepada wartawan, orang tersebut adalah seorang pelancong yang baru kembali dari Afrika Selatan pada 22 November dan dites positif varian Omicron pada 29 November.

Fauci mengatakan orang tersebut telah divaksinasi tapi belum menerima suntikan booster atau penguat dan mengalami “gejala ringan”.

Pemerintahan Presiden Joe Biden membatasi perjalanan dari Afrika Selatan pada akhir November di mana varian Omicron pertama kali terdeteksi dan telah menyebar. Klaster kasus Omicron telah ditemukan di beberapa negara lainnya

Tiga indeks acuan Wall Street turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (1/12) waktu setempat. Bursa saham Amerika Serikat (AS) ini memerah setelah pengumuman konfirmasi kasus pertama virus corona varian Omicron. Setelah naik 1,9% pada pagi ini, S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq berubah memerah. Dow Jones turun 1,34% menjadi 34.022,04, S&P 500 1,18% menjadi 4.513,04, dan Nasdaq Composite 1,83% menjadi 15.254,05.

Pernyataan itu memberikan sinyal bahwa bank sentral AS akan mempertimbangkan untuk mempercepat tapering off atau penarikan program pembelian obligasi pada pertemuan Desember. Ini karena melonjaknya inflasi. “Pasar bergulat dengan kekhawatiran kembar yakni varian Omicron dan Powell yang lebih hawkish dari yang diharapkan,” kata Kepala Investasi di Independent Advisor Alliance di Charlotte, North Carolina Chris Zaccarelli, dikutip dari Reuters, Rabu (2/12).

Indikasi awal yang menunjukkan Omicron mungkin jauh lebih menular daripada varian sebelumnya telah mengguncang pasar keuangan. Para investor khawatir pembatasan baru dapat menghambat pemulihan sementara dari kerusakan ekonomi akibat pandemi.

Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mengatakan, data epidemiologi awal menunjukkan bahwa Omicron mampu menghindari beberapa kekebalan. Tapi vaksin yang ada masih bisa melindungi terhadap penyakit parah dan kematian.

Dikatakan, 74 persen dari semua genom virus yang telah diurutkan bulan lalu adalah varian baru, yang pertama kali ditemukan dalam sampel yang diambil pada 8 November di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan di Afrika Selatan berlipat ganda dari Selasa hingga Rabu.

Ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria van Kerkhove mengatakan, data tentang seberapa menular Omicron dapat tersedia “dalam beberapa hari”.

CEO BioNTech menuturkan, vaksin yang dibuatnya dalam kemitraan dengan Pfizer kemungkinan akan menawarkan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dari Omicron.

Wall Street sebenarnya jatuh tajam pada perdagangan Jumat (26/11), ketika investor pertama kali mendengar tentang varian Omicron. Saat itu, pejabat kesehatan mengatakan bahwa mereka tidak yakin seberapa menular atau berbahaya varian baru ini dan seberapa banyak perlindungan yang diberikan oleh vaksin yang ada saat ini. Indeks kemudian menguat pada Senin (29/11), karena investor ingin mencari untung dari harga saham yang murah setelah aksi jual. Namun jatuh lagi pada Selasa (30/11) menyusul komentar Powell. “Kami mencoba untuk membeli saham yang turun lagi (pada Rabu) tetapi berita bahwa Omicron ada di sini (AS), membuat sebagian keluar,” kata Zaccarelli.

Published
Categorized as SAHAM