Anjlok! Harga Saham Alibaba Capai Rekor Termurah Sepanjang Sejarah

Alibaba merupakan sebuah perusahaan e-commerce raksasa asal negeri Tiongkok. Saat ini, Alibaba beroperasi di lebih dari 200 negara di dunia. Alibaba Group Holding Ltd. bergerak dalam bidang online marketplace dan seluler dalam perdagangan eceran dan grosir. Perusahaan ini juga beroperasi pada segmen bisnis seperti: Core commerce, cloud computing, media digital, hiburan, dan yang lainnya. Perusahaan yang digawangi oleh Jack Ma dan Joseph Tsai ini pertama kali membuka Initial Public Offering (IPO) pada bulan September 2014. Setelah itu harga saham Alibaba (kode saham BABA) terus melonjak.

Lantas, seperti apa perkembangan saham Alibaba? Simak ulasan berikut untuk mengetahui analisis fudamental, daftar pemegang saham, hingga keunggulan dan risiko saham Alibaba.

10 Pemegang Saham Terbesar Alibaba

Meskipun Jack Ma memutuskan untuk mundur dari Alibaba pada September silam, namun dilansir dari The Street, hingga saat ini ia masih memiliki saham Alibaba sebesar 4.8 persen. Sisanya pemegang saham Alibaba dimiliki oleh shareholder besar seperti BlackRock.

Berikut ini merupakan pemilik saham Alibaba terbesar hingga hari ini.

Saham Alibaba Group Holding yang melantai di bursa saham AS ambruk hingga capai rekor terendah sepanjang sejarah. Meski demikian, investor masih memberikan jaminan.

Mengutip dari Warta Ekonomi, kwitansi penyimpanan Amerika Alibaba diperdagangkan pada kelipatan 18,7 yang berarti terendah sejak pertama kali melantai pada 2014 lalu.

Melansir Bloomberg, nilai Alibaba anjlok USD526 miliar (Rp7.574 triliun) dalam 13 bulan seiring kekhawatiran atas prospek perusahaan.

Sejumlah faktor yang mempengaruhi Alibaba seperti fintech, data, iklan online, dan konten kini tengah diawasi ketat oleh pemerintah setempat.

Perusahaan telah melewatkan perkiraan untuk penjualan triwulanan pada pembaruan pendapatan terbaru bulan lalu dan memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang melambat untuk tahun 2022 mendatang.

Risiko Saham Alibaba

Ada sejumlah risiko yang patut Anda pertimbangkan sebelum membeli saham Alibaba. Berikut penjelasan lengkapnya.
Persaingan Ketat dengan Pinduoduo

Perusahaan seperti JD.com, Vipshop Holdings, dan NetEase merupakan saingan yang tangguh bagi Alibaba. Kendati begitu, ketiga perusahaan tersebut tidak pernah menjadi ancaman yang serius, yang mana Alibaba tetap bisa memimpin pasar.

Keadaan berubah ketika Pinduoduo meramaikan pasar e-commerce kelas bawah pada 2015. Saat ini, Pinduoduo memiliki 824 juta pembeli aktif di platformnya. Hal tersebut menjadi tonggak sejarah pada kuartal keempat 2020, karena berhasil menyalip Alibaba dalam hal pembeli aktif, menjadikannya sebagai platform e-commerce dengan pengguna terbanyak di China dengan ukuran perusahaan yang targetnya kelas bawah.

Tak hanya itu, Pinduoduo juga melampaui Alibaba dalam hal pertumbuhan. Pendapatan Pinduoduo diketahui melonjak 239% pada kuartal fiskal terbaru, sementara pendapatan Alibaba hanya tumbuh 72% di periode yang sama.

Dari prespektif pendapatan, Alibaba memang masih unggul. Namun, Pinduoduo adalah acaman yang tidak bisa diabaikan oleh Alibaba. Jika Pinduoduo terus berkembang pada tingkat yang sama, maka akan memengaruhi pangsa pasar dan pertumbuhan Alibaba ke depannya. Risiko inilah yang harus dihadapi oleh para pemegang saham Amazon.